Membentuk Kebiasaan

Seperti yang sudah disadari oleh yang mungkin membaca tulisan ini, bahwa kebiasaan seseorang akan membentuk dirinya. Orang yang terbiasa minum air putih lebih banyak dibanding orang yang minum, minuman non air putih, tentu akan memberikan efek yang berbeda ke dalam tubuh. Bahkan di beberapa orang, meminum non air putih sudah seperti otomatis yang digerakkan oleh suatu stimulus tertentu. Bisa jadi karena saat mulai mengantuk, saat mulai beraktifitas dll. Singkatnya ada stimulus yang diterima oleh otak sehingga kita berkesimpulan bahwa stimulus tersebut saatnya melakukan suatu hal. Dalam contoh ini berarti minum non air putih.

Bukan hanya untuk hal minum non air putih, minum air putih pun berpotensi menjadi kebiasaan dikarenakan ada stimulusnya. Misalnya rasa seret ketika memakan sesuatu, rasa sudah berbeda di lidah yang diartikan tidak ingin minum non air putih dan harus minum air putih.

Seperti contoh sehari2 di atas, kebiasaan pun ketika ingin membangunnya kita harus bisa membedakan beberapa hal, yaitu:

  1. Stimulus
  2. Arti Stimulus
  3. Aksi yang dilakukan setelah mendapat stimulus

Ketika seseorang bisa membedakan ketiga hal tersebut, maka perubahan kebiasaan seseorang bisa menjadi suatu hal yang diatur atau disesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh diri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *