Manajemen Uang

Pekerjaan Rumah terbesar dari manajemen uang adalah mendapatkan pemasukan yang lebih besar dan lebih cepat dari pengeluaran. Apabila pengeluaran keluar lebih besar dan cepat dari pemasukan maka yang terjadi disebut ketidakmampuan. Hal ini yang pada akhirnya ada yang mengkategorikan bangkrut atau bagi saya itu hanyalah ketidakmampuan.

Ketidakmampuan apa? Ketidakmampuan mengelola atau memanajemen uang.

Perjalanan memanajemen uang dimulai saat pemasukan diterima. Apa yang harusnya dilakukan? Banyak pendapat yang membahas masalah ini. Ada yang berpendapat dibuat kategori – kategori pengeluaran sehingga mencukupi dengan pengeluaran diri kita. Sehingga tercapailah kebahagiaan bahwa diri kita dan keluarga tercukupi kebutuhan dan keinginan. Ada juga yang menggunakan cara untuk mengeluarkan beberapa persen untuk ditabung terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam kategori – kategori pengeluaran, karena disebutkan bahwa manusianya tidak akan bisa memiliki tabungan untuk masa depan apabila tidak diambil di awal. Ada juga yang harusnya diambil adalah investasi di awal. Ada juga yang berpendapat harus membayar utang dulu di awal. Semua saran mesti ada tujuan yang ingin dicapai oleh mereka.

Apa yang menurut saya yang paling tepat?

Pandemi Corona merubah banyak hal. Terutama pandangan saya mengenai manajemen uang. Dalam kondisi ini, kedekatan kepada Yang Maha Kuasa yang paling utama. Salah satu ilmu Nya dalam memanajemen kan uang yang saya pahami adalah berusaha menyisihkan sebagian pendapatan untuk kondisi masa depan terutama kondisi darurat.

Jadi bagaimana teknisnya?

Ketika memiliki pemasukan, misalnya 1 jt rupiah, maka 500rb bisa digunakan untuk pengeluaran dan 500rb disimpan untuk masa depan. Pergunakan 500rb untuk pengeluaran dengan sebaik – baiknya. Fokuskan diri bukan kepada pengeluaran saja, tetapi bagaimana caranya bisa mendapatkan pemasukan lagi 1 jt. Lebih pun boleh. Sistem ini tidak membedakan Anda adalah orang gajian bulanan, pemasukan harian atau mingguan, atau bahkan 6 bulanan. Sistemnya tetap sama dan fokusnya jelas.

Sampai kapan?

Anggap saja Anda saat ini berusia 33 tahun. Maka apabila Anda bekerja selama 15 tahun kedepan dengan sistem ini, yang berarti umur Anda akan 48 tahun, Anda memiliki uang untuk 15 tahun ke depan kembali tanpa harus bekerja apabila selama 15 tahun selama berusaha tersebut tidak terjadi hal yang sangat luar biasa. Pun terjadi memang uang itu digunakan untuk bertahan hidup. Sehingga dengan sistem ini Anda akan tetap bisa hidup dengan gaya hidup yang sama hingga umur 63 tahun.

Bagaimana kalau saya mau membeli hp seharga 2 jt rupiah?

Maka uang untuk masa depan tidak boleh diutak atik. Sisihkanlah uang untuk kehidupan sehari hari sehingga memiliki dana untuk membeli hp seharga 2 juta rupiah. Sebagai contoh seseorang memiliki pendapatan 1 jt rupiah setiap dua minggu sekali. Biaya hidup yang disarankan adalah 500rb maksimal sampai bisa mendapatkan pendapatan kembali. Apabila ada sisa dari pendapatan tersebut boleh digunakan untuk menabung membeli handphone. Misalnya bisa disisihkan 50rb setiap dua minggu. Maka handphone dua juta bisa di dapat tanpa mengganggu biaya hidup harian dan biaya masa depan adalah 20 bulan saja.

Mau lebih cepat? Cari pemasukan tambahan. Tetapi ingat! Setiap pemasukan tambahan tersebut, tetap harus menggunakan skema yang sama yaitu setengahnya harus ditabung untuk masa depan. Sebagai contoh dalam dua minggu tersebut bisa mendapatkan pendapatan tambahan sebesar 100rb saja. Maka sudah ada tambahan 50rb yang bisa langsung digunakan untuk konsumsi (menabung membeli hp). Sistem ini akan membuat hp baru bisa di dapat hanya dalam waktu 10 bulan saja.

Bagaimana kalau pendapatannya bisa lebih?

Bukan hanya hp yang jadi lebih cepat, ingat biaya masa depan menjadi semakin lebih besar. Yang bisa digunakan untuk membeli hp di masa mendatang ketika sudah harus menggunakan dana masa depan tersebut 🙂

Ini semua hanya konsep. Kenyataannya?

Bisa jadi Anda yang akan bercerita kesuksesan maupun ketidaksuksesan Anda di kolom komentar di bawah ini. Dari sana kita bisa belajar kembali hal yang baru seperti apa yang memang manusia lakukan di setiap masa kehidupannya 🙂